He’s NOT a child

20140727-123150 AM-1910723.jpg

Bismillaah ..
Special for today i wanna share about my story with my handsome mate.
get dating time with him and have a lot of story in. Melihat ekspresinya ketika bersama ku untuk berbuka puasa terakhir ketika ramadhan.
yahhh just he and me.
Saking girangnya dia memeluk dan berkata “mbakkkk, aku sayang mbak. Terima Kasih” , ahhh itu kata2 tulus yg datang dari seorang anak kecil. ohh bukan anak kecil tepatnya, tetapi anak yg mulai beranjak remaja. Bergegas dia memakai pakaiannya dan celana 3/4 nya, krn tau kalau celana panjang dibawah mata kaki sedikit demi sedikit sdh dia hindari dan mulai membiasakan diri untuk memendekkan celananya. Alhamdulillaahilladzi Bini’matihi Tathimmush Shalihaat how glad me have him. stlh kita menemukan sebuah rumah makan sambil menunggu maghrib tiba. disaat itulah kita berbincang2. yess, berbicara
layaknya orang dewasa berbicara. bukan seperti anak kecil yg sdng diajak berbicara. mulai dari obrolan ringan hingga obrolan serius. sampe pada akhirnya, ketika ditengah2 perbincangan kami, akbar menutup telinga nya sambil mengaduh “aduh mba, ini musiknya kok kenceng banget sih” seketika kuberikan handphone ku dan bergegas ku putar beberapa murrotal qur’an dengan volume yg lumayan keras. alhamdulillaah dia pun mulai tersenyum. Alhamdulillaahilladzi Bini’matihi Tathimmush Shalihaat. krn memang Bi’idznillaah sdh tidak ada lagu2 di playlist musik di hape saya. sehingga Insyaa’ Allaah akbar leluasa untuk mendengarkan murrotal yg dia ingin dengarkan. dan yg paling ia sukai adalah lantunan murrotal yg dibawakan oleh Muhammad Taha Al-Junayd. kita pun mulai mengobrol tentang kelanjutan studinya, rencana untuk melanjutkan ke ma’had Bi’idznillaah semoga Allaah Ta’ala mudahkan, tentang kajian2 yg ingin dia datangi dan beberapa hal tentang kami. Ahhhh benar .. dia bukan seorang anak kecil yg dulu ku iri-i krn dia lbh disayang mama dan ayah. tetapi sekarang dia adalah mahramku yg beranjak dewasa. Ketika perjalanan kami pun,dia bertindak sebagai protector. “jangan disitu mbak, mbak ganti posisi aja mba, biar aku yg sebelah sini mbak di sebelah sana. mbak tas nya jangan dibawa gitu dong nanti bahaya, aku dibelakang mbak aja mbak, biar mbak di depan aja jalan dulu. Ahhh bener2 sok uda gede banget kan. Bukan seperti anak kecil. he save his sister very well. Dekk, time flies when i see you born and growing up now. truly protect me as your sister. Uhibbuka Fillaah adekku syg. May Allaah Ta’ala always guide you . aamiin .

with love cause Allaah Ta’ala
your sister

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s